Surakarta Akan Punya Wisata Baru: Bendungan Tirtonadi Berkonsep City Tour - Bakpia Mutiara Jogja

Surakarta Akan Punya Wisata Baru: Bendungan Tirtonadi Berkonsep City Tour

Surakarta Jawa Tengah akan memiliki tujuan wisata baru di Bendungan Tirtonadi, yang sedang dibangun untuk umum bersama dengan perkembangan lainnya di sepanjang Sungai Pepe. Pembangunan bendungan karet – bagian dari proyek revitalisasi di Sungai Pepe, anak sungai Bengawan Solo – sedang berlangsung. Selain sebagai tempat pengelolaan banjir, tempat penampungan dan pengolahan air, bendungan karet juga dibangun.
 
Targetnya adalah agar kawasan wisata Bendungan Tirtonadi ini dibuka pada bulan Februari. Sekarang, Pemda sedang mempersiapkan fasilitas pelengkap, seperti perahu motor dan air mancur. Konstruksi di bendungan telah mencapai 95 persen.
 

Hal menarik di Bendungan Tirtonadi

 
Tujuan wisata ini memiliki taman dengan jembatan kaca yang terlihat mirip dengan Jembatan Perdamaian di Georgia. Jika cuaca cerah, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu terlihat dari jembatan. Di sisi kanan dan kiri sungai terdapat jalur pejalan kaki dan taman yang dilengkapi kursi untuk bersantai sambil menikmati matahari terbenam. Lebih dari sekadar tempat rekreasi, Bendungan Tirtonadi juga menawarkan wisata sungai edukatif melalui Dewan Tirta Kawruh
 
Dari galeri, pengunjung dapat belajar tentang sejarah sungai di Surakarta, termasuk fungsi dan cara merawatnya. Salah satu galeri sungai ini berfungsi sebagai sekolah sungai yang mengkampanyekan sungai bersih, karena tidak membuang sampah ke sungai, Sebelum revitalisasi, lebar Sungai Pepe, yang mengalir dari Kabupaten Boyolali, hanya 20 meter. Sekarang, bentangnya 60 meter.
 
Meskipun akan diresmikan pada bulan Februari, masyarakat sudah mulai menikmati Bendungan Tirtonadi, terutama saat cuaca cerah. Di sore hari, warga mengunjungi untuk menikmati pemandangan indah sementara, di pagi hari, mereka dapat terlihat berjalan atau jogging di sepanjang jalan yang memeluk sungai.
 
Bendungan dapat menampung hingga 1 juta meter kubik air pada 1.000 meter kubik per detik, jauh lebih banyak dari sebelumnya 300 meter kubik per detik. Proyek ini dimulai pada 2015 menggunakan dana APBN sebesar Rp 173 miliar