Panganan Lawas Khas Kotagede yang Wajib Kamu Cicipi

Kerap diidentikkan dengan wisata sejarah, Kotagede Jogja nyatanya juga terkenal karena ragam kuliner lawas yang lazim ditemui di pelataran Pasar Legi Kotagede.

Pasar Legi Kotagede adalah pasar rakyat yang sudah ada sejak jaman kejayaan Kerajaan Mataram Islam.

Di kawasan pasar ini, kamu bisa menjumpai berbagai kuliner warisan Kerajaan Mataram Islam. Selain menawarkan menu makanan berat, Pasar Legi Kotagede kerap disambangi pecinta panganan lawas khas Kotagede.

Berikut panganan lawas khas Kotagede yang wajib kamu cicipi jika kebetulan melintas di kawasan Pasar Legi Kotagede.

  1. Legomoro

Sekilas panganan ini tampak menyerupai lemper. Pasalnya, baik Legomoro maupun Lemper sama-sama terbuat dari ketan yang diberi isian daging ayam lalu dibungkus daun pisang.

Jika diperhatikan dengan seksama, maka kamu akan menyadari bahwa teknik membungkus keduanya tak sama.

Umumnya lemper dibungkus menggunakan daun pisang lalu disematkan lidi di sisi kanan dan kiri. Pada Legomoro ujung daun pisang akan diikat dengan tali bambu.

  1. Jadah Manten

Jadah Manten adalah salah satu panganan khas Kotagede yang paling populer.

Panganan ini terkenal memiliki cita rasa gurih karena terbuat dari ketan yang diberi isian daging ayan.

Jadah Manten diolah dengan cara dibakar, alhasil pada tiap kunyahan kamu akan merasakan aroma smoky yang lembut.

  1. Yangko

Yangko adalah panganan yang terkenal di Kotagede sejak masa Kerajaan Mataram Islam.

Menurut berbagai sumber, Yangko sudah ada sejak tahun 1921 berkat usaha Mbah Ireng, orang pertama yang diyakini pemperkenalkan Yangko. Namun kala itu, Yangko hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. Mulai 1939 Yangko mulai dikenal luas oleh masyarakat.

Sekilas Yangko tampak seperti kue mochi asal Jepang. Namun, Yangko memiliki bentuk yang berbeda. Jika mochi berbentuk bulat, maka yangko berbentuk kotak. Untuk tekstur, keduanya sama-sama kenyal.

  1. Kue Kembang Waru

Salah satu jajanan khas Kotagede yang cukup populer adalah Kue Kembang Waru. Jajanan yang satu ini memiliki tekstur seperti bolu dan menawarkan cita rasa lezat.

Seperti namanya, bentuk panganan ini menyerupai bunga dengan jumlah kelopak mencapai delapan.

Delapan kelopak ini melambangkan matahari, bulan, bintang, air, tanah, angin, awan, dan samudra.

Apakah kamu sudah pernah mencicipi salah satu panganan legendaris khas Kotagede di atas?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *