3 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Naik MRT Jakarta

Euforia seputar pembukaan MRT di Jakarta telah menarik warga Jakarta dan penduduk kota-kota untuk mencoba moda transportasi umum yang terbilang baru. Nah buat kamu yang kebetulan baru pertama kali naik MRT, di bawah ini adalah beberapa tips yang harus kamu lakukan sebelum naik MRT.
 

1. Ketahui stasiunnya

 
MRT memiliki 13 stasiun dari Stasiun Bundaran HI di Jakarta Pusat ke Stasiun Lebak Bulus di Jakarta Selatan. Antara dua stasiun, ada Stasiun Fatmawati, Stasiun Cipete Raya, Stasiun Haji Nawi, Stasiun Blok A, Stasiun Blok M, Stasiun Sisingamangaraja, Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Setiabudi, dan Stasiun Dukuh Atas. Penumpang disarankan untuk menentukan stasiun mana yang terdekat dari titik awal dan tujuan mereka karena ongkos kereta akan semakin meningkat seiring perjalanan.
 

2. Metode pembayaran apa yang digunakan

 
MRT menerima kartu tunai elektronik yang dikeluarkan oleh bank-bank seperti e-Money Mandiri, Brizzi dan Tapcash BRI, Flazz BCA dan Jakcard Bank DKI. Metode pembayaran lain adalah Jelajah, kartu pembayaran yang dikeluarkan oleh MRT Jakarta, dijual di mesin tiket dan konter di stasiun. Untuk satu perjalanan Jelajah, seorang penumpang harus membayar Rp 15.000. MRT akan segera mengeluarkan kartu Jelajah multi-perjalanan seharga Rp 25.000. Kartu ini dapat dikembalikan ke MRT setelah tujuh hari digunakan selama masih dalam kondisi baik. Untuk mendapatkan kartu Jelajah, penumpang harus antri di depan konter atau mesin tiket.
 

3. Etiket MRT 101 dan Peraturan

 
Selama uji coba MRT yang pertama, beberapa foto orang yang berserakan di Stasiun MRT atau duduk di lantai di stasiun menjadi viral. Foto-foto dari mereka yang berpose dengan bergantungan di pegangan penumpang kereta api juga memicu reaksi negatif dari pengguna media sosial, sebagian besar mengatakan bahwa tidak semua orang menyadari etiket MRT. MRT telah menetapkan beberapa peraturan standar tentang bagaimana berperilaku di stasiun atau di dalam kereta. Salah satunya adalah bahwa MRT tidak menyediakan tempat sampah, sehingga penumpang didorong untuk mengelola sampah mereka dan tidak membuang sampah sembarangan.
 
Penumpang juga disarankan untuk tidak berlari di stasiun atau di mobil kereta, karena ini dapat membahayakan diri sendiri dan penumpang lainnya. Berdiri di sisi kiri eskalator disarankan bagi mereka yang ingin berdiri lebih lama, karena sisi kanan eskalator terhindar dari mereka yang ingin terus berjalan.
 
Elevator hanya untuk wanita hamil, warga negara senior atau penumpang dengan anak-anak atau bagasi berat. Penumpang juga dilarang makan dan minum di dalam kereta.