Inilah Wajah Baru Malioboro

jl malioboro

Inilah Wajah Baru Malioboro

Inilah Wajah Baru Malioboro,
Jalan Malioboro di Daerah Istimewa Yogyakarta ini tentu saja sudah tidak asing di telinga namanya. Inilah salah satu objek wisata yang terkenal dengan pusat perbelanjaan khas Yogyakarta. Mulai dari makanan, pakaian, pernak pernik, dan apapun tentang Jogja ada disana. Tak heran apabila Malioboro tak pernah sepi dan menjadi tempat incaran pengunjung baik yang berwisata ataupun sekedar jalan-jalan di Jogja.

Untuk menambah minat dan daya tarik wisatawan, kini Malioboro punya wajah baru. Malioboro kini telah  memantapkan visi dan misinya untuk menjadi ruang publik terbuka dan toleran bagi pengunjung. Malioboro kini akan mencerminkan wajah aslinya yang dahulu kembali seperti tahun 1977 silam. Wajah baru Malioboro kini menjadikan kawasan bersih, tertib, dan nyaman.

Untuk permak, wajah Malioboro ditata secara vertikal dan horizontal. Penataan vertikal ini menyangkut pengembalian wajah bangunan budaya asli dengan membersihkan papan reklame yang melintang. Hal ini ditujukan untuk menampilkan kembali serta melestarikan cagar budaya bangunan yang bergaya Hindis dan China yang jumlahnya mencapai puluhan.

Dan untuk penataan horizontal berkaitan dengan penataan jalur lambat dan juga infrastruktur jalan untuk memperluas pemandangan. Berkaitan keberadaan jalur lambat, mulai saat ini kecepatan kendaraan yang melintas Malioboro hanya dibatasi maksimal 30 km/jam.

Penataan akan dilakukan dengan cara bertahap dengan tahapan pertama dilakukan hingga Jl. Dagen. Untuk selanjutnya, seluruh stakeholder harus melaksanakan komitmen bersama guna mengembalikan wajah asli Malioboro. Dengan contoh, pemilik toko di sepanjang Malioboro yang menempati bangunan lama dan secara sadar harus menurunkan reklame-reklamenya.

Yang menjadi Istimewanya lagi, penataan wajah baru ini juga dibarengi dengan diresmikannya seragam khas Yogyakarta. Seragam khas Jogja ini merupakan perbaduan antara kain lurik dan batik. Seragam inilah yang  nantinya akan digunakan oleh semua stakeholder yang berada di Yogyakarta baik pelaku wisata maupun pejabat pemerintahan.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *